Long time no see my articles..
After silent for almost a year..
Now i can serve you (o, my readers) my words..
I'll tell you a story no, a history of my times with
ATMOSFER
Yes, i have no doubt when typing this with F, not with PH
Because i'll tell you, this is not the atmosphere we've learned in geography or physics
This is the name of a troop
Where 88 teens are gathered from different ways
A troop that accompany me for 3 years
Until we graduate together from the same almamatre,
"Al Uswah Surabaya Islamic Integrated Senior High School"
Now let's begin my story..and from there, you'll know what ATMOSFER is..
(the story was written in Indonesian,)
ATMOSFER
18 Juli 2015. Sebuah
bangunan bekas institusi berdiri di tepi sungai. Bangunan bertingkat dua,
berwarna putih, dan beratap merah menyambut dedaunan hijau nan segar yang siap
bersemi ditinggal yang lama. Meski dekorasinya cukup sederhana, bangunan itulah
yang menyaksikan sepak terjang kami, generasi ke 5 sekolah ini. Kami, meski
masih berpakaian khas institusi kami yang dulu, berkumpul dalam tujuan yang
sama, dalam sekolah yang sama, dan kelak menanggung suka duka bersama. Kami ,
86 orang pasukan, adalah darah baru sekolah ini, siap mengukir asa dan karya
bersama, dan menorehkan tinta bersejarah bagi sekolah ini.
Tahun pertama,
setelah mengalami masa MOS seminggu, ditempa oleh guru-guru dan generasi 4
selama 3 hari di LDKS, kami mulai mengenali karakteristik sekolah ini, juga
mulai mengenal karakter tiap punggawa angkatan 5. Meski dipecah dalam 3 kelas,
2 putri (Putri 1 dan Putri 2 / Putu) dan 1 putra; dan di lain waktu dibagi
dalam 1 kelas IPS (Sstetel), 1 kelas IPA putri (Siasat/MiaOne), dan 1 kelas IPA campur
(Xistence), kadang menyebabkan kami sulit untuk bersatu, sulit meneladani
ukhuwah para pendahulu. Perselisihan di antara kami hilang-timbul, yang pada
akhirnya dipersatukan oleh GLITTER, nama angkatan kami. Di kelas 10 inilah kami
mulai beraksi, dibimbing oleh Ustadzah Evi (walas putri 1), Ustadzah Syifa
(walas putri 2), dan Ustadz Iqbal (walas Putra). Kami pun mulai memperjuangkan
sekolah ini, dengan cara masing-masing, dalam jalannya sendiri-sendiri. Pada
semester ke 2 ada Bantara (kemah pramuka 3 hari), suatu ujian untuk adaptasi
dan ketrampilan kami, mulai menyadarkan kami akan kekompakan yang sebenarnya.
Juga dalam OL peminatan, kekompakan kami mulai terasa, meski. yang satu
berkeliling kota dan yang lain berinteraksi dengan pantai.
2016. Ketika kami
naik ke tingkat 2, sudah mengenakan badge orange, 2 orang pasukan pergi
meninggalkan kami, meski pada akhirnya, 2 orang putri dan 2 orang putra datang
memperkuat pasukan ini. Para pembimbing kami pun beralih menjadi Ustadzah Hanim
(putri 1), Ustadzah Ria (putri 2), dan Ustadz Aris (putra). Semakin tua kami,
semakin banyak ulah yang kami perbuat, banyak kesukaran, perselisihan, kesalahpahaman
melanda angkatan ini, meski di sisi lain kami pun menorehkan tinta emas bagi
sekolah ini. Nama angkatan ini, GLITTER, tidak pula bertahan lama. Banyak
pertimbangan untuk mengganti namanya, dan memakan waktu hampir 1 tahun untuk
mematenkan nama yang baru. Hingga akhirnya kami semua, para pasukan generasi 5,
bersatu dibawah naungan ATMOSFER (AngkaTan liMa assOSiation Full of EneRgy) , garnisun kami yang baru. Saling mendukung
satu sama lain, dalam lomba ataupun kepengurusan, menjalani bakti sosial
bersama, dan mempertahankan pencapaian angkatan, telah mewarnai hari-hari kami.
OL (outdoor learning) akbar ke 2, kepanitiaan LDKS dan Bantara, turut menguji sekaligus
membuktikan kemampuan dan kebersamaan kami.
2017. Sekali lagi,
para pendahulu pergi, menyambut perjalanan berikutnya. Kami pun duduk mengisi
singgasana yang mereka tinggalkan, mengemban amanah yang besar. Kami juga harus
mengulang pertarungan 3 tahun silam, namun medan yang kami lalui semakin berat.
Apa yang kami pelajari dalam 3 tahun, hanya diuji dalam 4 masa berurutan.
Ditambah 1 masa dengan 2 fase berbeda, juga menguji sekaligus menentukan masa
depan kami kelak, siapa dan dimanakah kami akan menuntut ilmu ke depan. Medan
yang terakhir ini, terkadang disebut pula sebagai medan hidup-mati, karena
medan yang sangat berat ini adalah taruhan bagi seluruh pelajar tingkat tiga
SMA. Mentor kami pun bukan mentor biasa, yaitu : Ustadzah Dian (putri 1),
Ustadzah Ita (SenseIta, putri 2), dan ustadz Aris (putra). Bersama, kami memperjuangkan yang terbaik,
menuntut ilmu, mewarnai hari demi hari, menghabiskan waktu tersisa dengan
sekolah ini. Semoga perjuangan ini membawa keberkahan, dan kebahagiaan untuk
semua. Semoga kami dapat diterima di tempat yang kami inginkan, atau yang
terbaik menurut Allah, sehingga kami dapat meninggalkan sekolah ini dan menutup
lembaran risalah kami dengan kenangan manis untuk dikenang. Dan perjuangannya
pun akan tercatat sebagai salah satu kisah epik dalam tahun-tahun sekolah ini.
Teman-temanku,
mungkin kita datang dari tempat yang berbeda, namun kini almamater kita semua
sama. Mungkin dasar kita memilih sekolah ini berbeda, namun kelak akan tercatat
bahwa kita lulus dari sekolah ini bersama. Janganlah engkau menyangkal bahwa
perjalanan hidupmu tidak melalui tempat ini, karena kelak itu akan menjadi
salah satu kisah sejarah bagimu, dan tempat ini mau tak mau juga membantu dalam
pembentukan dirimu. Jangan pula engkau melupakan waktu demi waktu yang kita
habiskan bersama, perjalanan mewarnai hari demi hari bersama, suka dan duka
kita bersama, karena kelak kau dapat mengambil pelajaran darinya. Mungkin
kelak, kau hanya dapat tersenyum atau tertawa atau bahkan menangis apabila
memori itu berputar di dalam benakmu. Jangan lupakan apa yang kita alami
bersama, juga jangan kau lupakan dengan siapa saja kita mengalaminya. Rawat dan
sambunglah ukhuwah yang telah kita rajut tiga tahun ini. Perbanyaklah
bersilaturahim dengan kawan-kawan seperjuanganmu. Pesan terakhir, jangan
lupakan kisah kita di sekolah ini, karena kisah ini akan berbeda tanpa diri
kalian.
Juga untuk para Ibu
dan Ayah, serta Ustadz-Ustadzah.. ATMOSFER mohon maaf apabila kami belum dapat
memberi yang terbaik untuk kalian, belum pula dapat memberi kebahagiaan bagi
kalian. Kami mohon maaf apabila selama 3 tahun ini, banyak keonaran,
pemberontakan, perilaku dan ucapan yang sangat menyakitkan hati kalian.. karena
sesungguhnya kalian adalah orangtua kami sehingga senakal-nakalnya kami, kami
pasti menyayangi kalian, dan berusaha mempersembahkan yang terbaik bagi kalian.
Kami mohon do’a restu kepada kalian dalam segala kegiatan kami, agar diberkahi
Allah serta membawa kebahagiaan dan manfaat untuk semua orang...
# amemberofATMOSFER
I'm sorry for writing that story only in Indonesian
i hope i can write it on English later..
i'm sorry if i can't write it better
it's just whats on my mind
about Al Uswah's "magnificent" 's troop
0 comments:
Post a Comment